Irib - Menteri Pertahanan Iran menolak sejumlah laporan palsu media yang mengklaim bahwa inspektur internasional akan diijinkan mengakses situs militer Iran berdasarkan pada kesepahaman yang tercapai baru-baru ini antara Tehran dan enam kekuatan dunia soal program nuklir Republik Islam.
Brigadir Jenderal Hossein Dehqan, Rabu (8/4) membantah laporan media Barat bahwa di bawah ketentuan peningkatan inspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran akan mengijinkan para inspektor IAEA memeriksa situs militer di seluruh negeri.
"Tidak tercapai kesepakatan tersebut dan pada dasarnya, meninjau pusat-pusat militer termasuk di antara garis merah dan tidak ada ada peninjauan ke pusat-pusat [militer] yang akan diijinkan," kata Dehqan, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Iran.
Iran dan Kelompok 5+1 - Rusia, Cina, Perancis, Inggris, Amerika Serikat dan Jerman - bersama dengan para pejabat dari Uni Eropa mencapai kesepahaman terkait program nuklir Tehran setelah perundingan maraton selama delapan hari di Swiss, Kamis pekan lalu.
Apr 9, 2015
Iran Tidak Ijinkan Inspeksi Situs Militernya
Berita Lainnya
- PERBANDINGAN KEKUATAN MILITER IRAN VS AMERIKA
- AS Nyatakan IRGC Iran Teroris, Timur Tengah Mencekam
- Pemimpin Tertinggi Iran Minta Baghdad Desak AS Tarik Pasukan dari Irak
- Rudal Iran Serang Irak dengan Target Tentara Kurdi
- Imam Khamenei: Tidak Ada Perundingan Apapun dengan AS!
- AS Mengepung Iran Melalui Irak
- Iran Larang Kapal Perang AS Masuk Selat Hormuz
- Iran: AS dan Eropa Harus Hancurkan Senjata Nuklir Mereka

