Badan intelijen Jerman menyebut Rusia mencoba untuk mengacaukan situasi di negara itu menjelang pemilihan umum. Rusia melakukan hal itu melalui propaganda dan serangan cyber.
"Ada bukti yang berkembang dari upaya mempengaruhi pemilihan umum federal tahun depan," kata kepala intelijen Jerman Hans-Georg Maassen, mengutip "semakin agresif spionase cyber" terhadap entitas politik di Jerman.
Maassen mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya penggunaan media sosial oleh pemilik suara yang membuat mereka lebih rentan terhadap disinformasi. "Kami khawatir bahwa ruang propaganda sedang dibuat di sana," katanya sembari menambahkan bahwa pembentukan opini secara otomatis dengan bot dapat digunakan untuk menyebarkan berita palsu seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Kamis (8/12/2016).
Maassen juga mengatakan bahwa politisi Jerman telah menajdi target serangan hacker baru-baru ini. Menurutnya bisa saja hal itu adalah upaya untuk mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk mendiskreditkan mereka.
"Kami mengharapkan peningkatan lebih lanjut dalam menangani serangan cyber untuk jangka panjang guna kepentingan pemilu," tukasnya.
Jerman belum menetapkan tanggal untuk pemilihan nasional pada tahun 2017, namun diharapkan berada di September.
Rusia sebelumnya disalahkan atas peretasan dan kebocoran email milik Komite Nasional Partai Demokrat jelang pemilu presiden Amerika Serikat (AS). Tapi Moskow telah membantah keras terlibat dalam mendalangi serangan cyber di negara asing dan membalas dengan tuduhan sendiri terhadap Barat.
Dec 9, 2016
Setelah AS, Rusia Dituding Ingin Kacaukan Jerman
Berita Lainnya
- Merkel: Kunjungan ke Rusia Penting!
- Kesepakatan nuklir Iran : Iran Tak Boleh Bangun Reaktor Nuklir Selama 15 Tahun
- Analis: Bankir AS Sulut Perang Demi Selamatkan Ekonomi
- RUSIA PASANG RUDAL ANTI DRONE BAYRAKTAR TB2 DI KAPAL DAGANG
- PASUKAN PMC "WAGNER" MENGGAGALKAN AKSI KUDETA DI MALI
- LUSINAN RUDAL 9M22S MENGHANTAM AZOVSTAL
- 6 TANK TENGGELAM DI SUNGAI LUHANSK
- FINLANDIA SIAP BERPERANG JIKA DISERANG RUSIA SAAT GABUNG NATO

