Sebuah insiden tak terduga melibatkan salah satu pesawat pengebom siluman B-2 Spirit milik Amerika Serikat. Pesawat yang konon terlibat dalam Operasi Midnight Hammer, sebuah misi "umpan" atau "decoy" untuk mengalihkan perhatian dari serangan ke Iran, dilaporkan mogok dan teronggok di Bandara Internasional Daniel K. Inouye, Honolulu, Hawaii.
Menurut berbagai sumber, B-2 Spirit tersebut awalnya dijadwalkan menuju Guam. Namun, karena dugaan masalah terkait pengisian bahan bakar atau mesin, pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Honolulu dan hingga kini masih terlihat di tepi landasan bandara. Kejadian ini terekam oleh warga yang sedang terbang, dan citra satelit pun telah mengonfirmasi keberadaan bomber langka tersebut di sana, berlokasi bersama dengan Pangkalan Udara Hickam, pusat udara utama Indo-Pasifik.
Insiden ini menyoroti kerentanan armada pengebom B-2 Spirit yang, dengan hanya 19 unit yang masih beroperasi, merupakan salah satu aset militer Amerika Serikat yang paling langka dan vital. Pesawat-pesawat ini dikenal "rewel" dan membutuhkan perawatan yang sangat mahal karena usianya yang sudah tidak muda lagi.
Pada 21 Juni 2025, pelacak pesawat mengamati pengerahan B-2 menuju ke barat di atas Pasifik. Hal ini diyakini sebagai bagian dari strategi penipuan tingkat tinggi untuk mengelabui intelijen sumber terbuka, sebuah taktik yang sengaja dirancang untuk memanfaatkan informasi yang sering kali mengganggu perencana perang. Awalnya, berbagai media mengutip pejabat Amerika yang melaporkan bahwa B-2 ini memang sedang menuju Guam. Namun, kebutuhan akan pengisian bahan bakar yang mungkin berujung pada kekurangan bahan bakar atau masalah mesin, membuat salah satu "umpan" B-2 ini harus mendarat darurat di Honolulu.
Sebuah klip pendek yang merekam B-2 yang "rusak" saat mendarat di apron bandara Internasional Honolulu kemarin, dengan hanya dijaga oleh mobil polisi di dekatnya, telah beredar di internet. Detail mengenai jenis kerusakan yang dialami pesawat ini belum dijelaskan secara pasti.
Hingga saat ini, Angkatan Udara Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan pasti mengapa B-2 ini "parkir" di Bandara Honolulu, apakah ada kerusakan teknis, atau mengonfirmasi peran pastinya dalam operasi "decoy" tersebut. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan tantangan operasional dari salah satu aset strategis paling penting Amerika Serikat.