Al-Manar hari Minggu (26/6) melaporkan, Washington dan Riyadh sepakat
untuk memboikot finansial Hizbullah menyusul kegagalan Saudi dan Barat
dalam konflik di Suriah.
Dilaporkan, kesepakatan tersebut dicapai dalam lawatan pangeran
Muhammad bin Salman, Menteri Pertahanan Arab Saudi ke AS belum lama ini.
Selain itu, dalam kunjungan tersebut, pangeran Muhammad Bin Salman
juga membicarakan kerja sama intelejen antara Riyadh dan Tel Aviv demi
meningkatkan tekanan terhadap Hizbullah, dengan pejabat tinggi
Washington.
Sesuai kesepakatan tersebut, Bank Sentral AS dan Arab Saudi membekukan 100 rekening yang berafiliasi dengan Hizbullah.
Berdasarkan undang-undang finansial AS yang disahkan Desember tahun
lalu, setiap individu maupun institusi yang memberikan bantuan finansial
kepada Hizbullah dengan berbagai cara termasuk pihak yang dijatuhi
sanksi. - Pars Today
Jun 27, 2016
Konspirasi Baru Arab Saudi dan USA terhadap Hizbullah
Berita Lainnya
- Bendera Irak Berkibar di Kota Mosul, yang Dikuasai ISIS
- Rudal Yaman Hancurkan Pangkalan Militer Saudi
- Al Abadi : Mosul Akan Segera Bebas
- Saudi Arabia Masih Bombardir Yaman di Bulan Ramadhan
- Tentara Suriah Menemukan Banyak Gudang Senjata Milik ISIS
- Rusia Tegaskan Berdirinya Negara Palestina Merdeka
- Ciptakan Negara Israel, Palestina Akan Tuntut Inggris
- Keterlibatan Pemerintah Saudi Dalam Serangan 11 September 2011

