Feb 21, 2015
Intelijen AS dan Inggris Akses Miliaran Data Ponsel
Islam Times - Mata-mata Amerika dan Inggris bisa mengakses miliaran ponsel di seluruh dunia, ungkap seorang mantan intelijen.
Dikutip dari The Guardian, Edward Snowden merilis dokumen baru yang menunjukkan badan intelijen AS, NAS dan Inggris, GCHQ menyusup ke sebuah pabrik kartu sim Belanda Gemalto dan mencuri kunci enkripsi yang memudahkan mereka memantau panggilan telepon dan data.
Staf pengacara di electronic Frontier Foundation Mark Rumold mengatakan kedua badan intelijen itu melanggar hukum Belanda dan bisa jadi melakukan hal yang sama di belahan dunia lain.
Sebelumnya, Jerman murka saat mengetahui Amerika juga memata-matai pejabatnya.
Gemalto per tahun mencetak 2 miliar kartu sim termasuk AT&T, Sprint, T-Mobile dan Verizon. Perusahaan ini beroperasi di 85 negara dan menyediakan kartu sim untuk 450 penyedia jaringan nirkabel global.
Enkripsi curian akan memudahkan intelijen mengawasi komunikasi ponsel tanpa perlu persetujuan atau pengetahuan perusahaan telekomunikasi dan pemerintah asing.
Pakar tekhnologi Amerika, Chris Soghoian mengatakan pembocoran data terakhir Snowden menunjukkan warga kini tak bisa mempercayai AT&T, Verizon atau apa pun saat ini.
Berita Lainnya
- Tegang, Rusia Diyakini Bakal Kirim Kapal Induk Dekati Inggris
- Rusia Bakal Teken Kesepakatan Pasok S-400 ke India
- Pilot Inggris Diperbolehkan Tembak Jatuh Jet Rusia di Suriah
- Menlu Inggris : Putin Penjahat Perang
- Pasukan Khusus Inggris yang Beroperasi di Suriah
- PM Inggris Ancam Serang Rusia dengan Nuklir
- Operasi Agen Rahasia AS, Inggris, Perancis di Suriah
- Inggris Akan Gandakan Kekuatan Di Timur Jauh

