Pemimpin gerakan Houthi Ansarullah Yaman memperingatkan bahwa militer AS sedang mempersiapkan alasan untuk melakukan tindakan agresi terhadap negara Arab yang dilanda perang itu.
Dalam pidato televisi pada hari Kamis (13/10), Abdul Malik Badreddin al-Houthi mengecam serangan rudal terbaru Washington terhadap tiga situs radar seluler di pantai Laut Merah Yaman, mengatakan bahwa bangsa dan angkatan bersenjata Yaman harus tetap waspada dan siaga sepenuhnya untuk menghadapi penjajah.
“AS setelah meletakkan dasar untuk membuat sebuah langkah invasif terhadap [pesisir barat] Provinsi Hudaydah,” kata pernyataan itu, menambahkan, “Melalui langkah ini, AS berusaha menekan dan melecehkan rakyat Yaman.”
“Bangsa Yaman akan mempertahankan wilayah, kebebasan dan kemerdekaannya, melihat hal itu sebagai haknya untuk menggunakan cara yang sah melawan invasi kekerasan,” kata pemimpin Houthi.
Pemimpin Houthi membuat komentar ini pada peringatan ulang tahun munculnya perjuangan senjata14 Oktober 1963, yang memaksa Inggris menarik diri dari Yaman selatan.
Pernyataan Houthi ini menanggapi pengumuman Pentagon yang mengatakan bahwa tiga situs radar Yaman di pantai Laut Merah negara itu telah dihancurkan oleh serangan rudal AS. Pentagon sebelumnya telah menyatakan bahwa USS Mason, kapal perusak berpemandu-rudal, telah diserang Yaman untuk kedua kalinya dalam empat hari terakhir.
Oct 14, 2016
Houthi: AS Bersiap Invasi Yaman
Berita Lainnya
- Koalisi Arab Saudi Membom Pesta Pernikahan di Yaman, Tewaskan Ratusan Orang
- Houthi Yaman Tewaskan Jenderal Saudi di Perbatasan
- 2 Tentara Saudi Ditawan Pasukan Houthi Yaman
- Iran Bantah Kirim Tentara ke Suriah dan Yaman
- Twitter : Korban Tewas Serangan Rudal Yaman 300 Orang
- Sebanyak 45 Tentara Koalisi Saudi Tewas dihantam Roket
- Saudi Arabia dan Sekutunya Balas Dendam atas Kematian 45 Tentaranya yang Tewas Akibat Rudal
- Qatar Kirim 1000 Tentara untuk Menghancurkan Houthi Yaman

