Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan sistem rudal S-300 hanya untuk mempertahankan diri. Rusia secara signifikan memperkuat pertahanan udara di Suriah dengan mengerahkan sistem rudal darat ke udara.
Kementerian Pertahanan mengatakan rudal S-300 akan menjamin keamanan pangkalan Angkatan Laut Rusia di Tartus.
"Perlu kami sampaikan di sini bahwa S-300 semata-mata untuk mempertahankan diri, ini bukan ancaman ke pihak lain," kata Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.
"Saya tak paham mengapa pengerahan sistem rudal S-300 membuat khawatir mitra Barat kami," tambahnya.
Meski Rusia menyebutnya sebagai tindakan defensif, wartawan BBC mengatakan persenjataan mematikan ini adalah isyarat kepada Amerika bahwa negara itu akan membayar ongkos yang mahal jika mencampuri operasi militer Rusia atau Suriah.
Tahun lalu Rusia mengerahkan sistem rudal yang lebih canggih di Suriah, S-400.
Pada hari Senin (03/10) Washington membekukan perundingan dengan Rusia terkait masalah Suriah dengan menuding Moskow sengaja tidak mentaati komitmen perjanjian gencatan senjata.
Amerika menuduh Rusia dan Suriah meningkatkan serangan terhadap warga sipil dengan menjadikan rumah sakit dan bantuan kemanusiaan sebagai sasaran.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan menyesalkan keputusan Amerika.
Oct 5, 2016
Rusia Sebar S-300 di Suriah, Peringatan ke Amerika Serikat
Berita Lainnya
- Diincar 4 Kapal Perang AS, 5 Tanker Iran Dikawal Militer Venezuela
- Amerika bikin Rudal Super Duper Penakluk Rusia
- Virus Corona Menyerang lagi Awak Kapal Induk Amerika Serikat
- Memanas !, German desak Amerika Tarik Semua Senjata Nuklirnya
- Pesawat Tempur Siluman Canggih Rusia Su-57 Terobos 6 Pangkalan Amerika Tanpa Terdeteksi Radar
- Presiden Iran Mengirim Sinyal Perang ke Pasukan Amerika dan Eropa di Timur Tengah
- RUSIA PASANG RUDAL ANTI DRONE BAYRAKTAR TB2 DI KAPAL DAGANG
- PASUKAN PMC "WAGNER" MENGGAGALKAN AKSI KUDETA DI MALI

