Kementerian Pertahanan Rusia mempersiapkan kekuatan tempur canggih untuk merespons provokasi penumpukan militer NATO di Eropa Timur. Hal itu diungkap Menteri Pertahanan Rusia, Jenderal Sergey Shoigu.
Jenderal Shoigu bahkan membocorkan sejumlah kekuatan tempur Rusia yang telah dikerahkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk dalam perseteruannya dengan NATO.
”Untuk beberapa tahun terakhir, situasi politik-militer di wilayah strategis barat daya telah meningkat. Hal ini terutama berkaitan dengan penumpukan militer NATO di Eropa Timur, situasi di Ukraina dan kegiatan kelompok teror internasional, termasuk yang di Kaukasus Utara,” kata Shoigu.
”Jadi, kita harus mengambil langkah-langkah yang memadai,” lanjut Shouigu, seperti dikutip dari Pravda.ru, Kamis (28/7/2016).
Menurutnya, ada perubahan signifikan dalam pelatihan militer Rusia, di mana lebih dari 200 latihan telah dilakukan di Distrik Militer Selatan sejak 2013.
Dia melanjutkan, untuk saat ini empat divisi, sembilan brigade dan 22 resimen telah terbentuk. Selain itu, dua brigade rudal dilengkapi dengan rudal Iskander-M, telah diciptakan.
Menteri Pertahanan Rusia ini juga mencatat bahwa jumlah layanan militer dari kelompok lelaki meningkat dua kali lipat pada tahun ini.
”Sebuah kelompok pasukan mandiri telah dikerahkan di Crimea. Lebih dari 4 ribu sampel senjata baru dan peralatan militer telah dikirim ke Departemen Militer Selatan. Pasukan kompleks rudal dan kapal selam canggih juga telah dikerahkan,” imbuh Shoigu. - Sindo
Jul 28, 2016
Persiapan Tempur Rusia Merespons Provokasi NATO
Berita Lainnya
- Ribuan Pasukan NATO Latihan di Dekat Perbatasan Rusia
- Imbangkan Kekuatan Dunia, Rusia Lawan Sistem Rudal NATO
- Nato : Antara Penumpukan Militer dan Dialog dengan Rusia
- 624 Rudal Jelajah NATO Gempur Suriah, Jika Putin Tidak Turun Tangan
- Amerika dan Saudi Dalang Penembakan Su-24 Rusia di Turki
- Rusia: NATO Kacaukan Timur Tengah
- Strategi Baru Pertempuran di Suriah : Rusia+China VS Amerika Serikat+NATO+Sekutu Arab
- Militan Afganistan Menewaskan Pasukan Nato setelah Pangkalan Militer NATO di Serangan

