Pemerintah Iran menegaskan, mereka belum pernah mengirimkan tentara, baik itu ke Yaman ataupun Suriah. Bantahan ini keluar di tengah beredarnya kabar bahwa Iran mulai mengirimkan tentara ke Suriah.
"Kami tidak pernah mengirimkan personel, baik itu tentara atau penasihat militer ke Yaman ataupun Suriah," ujar wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (22/9/2015).
Iran memang sering disebut-sebut telah mengirimkan tentara ke Yaman. Tuduhan ini muncul karena adanya persamaan keyakinan antara Iran dan Houthi, dan Iran juga kerap melemparkan pembelaan terhadap apa yang dilakukan Houthi di Yaman.
Soal Suriah, kabar mengenai keterlibatan Iran dalam konflik di negara tersebut dihembuskan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dimana, Netanyahu mengatakan Iran yang berkolaborasi bersama Hizbullah telah membantu pasukan Suriah melawan pemberontak.
"Iran mendukung tentara Suriah untuk melawan teroris. Tapi, di saat yang bersamaan, Iran juga mencoba untuk membuat sebuah front teroris kedua bersama Hizbullah yang ditujukan melawan kami di Dataran Tinggi Golan," kata Netanyahu paska melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. - sindo
Sep 23, 2015
Iran Bantah Kirim Tentara ke Suriah dan Yaman
Berita Lainnya
- Kesaksian Prajurit Suriah Saat Palmyra Jatuh ke Tangan ISIS
- Erdogan Ingin Tumbangkan Assad, Rusia Tuntut Klarifikasi
- Erdogan: Tentara Turki Masuk Suriah untuk Jatuhakan Assad
- Rusia Memulai Serangan Besar-besaran ke Teroris di Suriah
- Syeikh Maher Hammoud: Saudi Berbohong, Yaman tidak Serang Mekah
- Inggris: Rudal Ansarullah Yaman Targetkan Jeddah, Bukan Mekkah
- Houthi: AS Bersiap Invasi Yaman
- Iran Kirim Dua Kapal Perang ke Laut Yaman

