Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyatakan telah mencapai kesepahaman dengan Presiden China, Xi Jinping, soal spionase ekonomi di dunia maya. Meski begitu, AS akan tetap menjatuhkan sanksi kepada para hacker asal China yang kedapatan melakukan aksi cyber crime.
"Ini harus dihentikan," kata Obama saat menggelar jumpa pers bersama Jinping, sembari menambahkan jika dirinya dan Jinping telah membuat kemajuan yang signifikan terhadap keamanan dunia siber, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (26/9/2015).
"Pertanyaannya sekarang adalah, kata-kata yang diikuti dengan tindakan," sambungnya seolah ingin menegaskan jika AS siap memberikan sanksi kepada para pelaku cyber crime.
Sementara itu, Jinping menegaskan, pemerintah China tidak terlibat dalam aksi pembobolan sejumlah data rahasia perusahaan AS, seperti yang dituduhkan selama ini. Ia juga mengatakan, cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui kerjasama bilateral dan tidak mempolitisir masalah tersebut.
"Konfrontasi dan gesekan bukanlah pilihan yang tepat bagi kedua belah pihak," katanya. China sendiri telah berulang kali menegaskan jika mereka juga adalah korban dari cyber crime. - sindo
Sep 27, 2015
Presiden Amerika dan Presiden China Sepakat Perangi Cyber Crime
Berita Lainnya
- AMERIKA SERIKAT KIRIM SENJATA BESAR-BESARAN KE FINLANDIA BERSIAP HADAPI RUSIA
- NBC NEWS: MILITER AS MEMBANTU UKRAINA DALAM MENARGETKAN RUDAL DI LAUT HITAM
- SEBUAH KAPAL TAK DIKENAL TERBAKAR KENA HANTAMAN RUDAL DI LAUT HITAM
- PESAWAT PENGONTROL RUDAL NATO TERLIHAT DI LEPAS PANTAI LAUT HITAM
- AS KERAHKAN JET TEMPUR F-35 DI DEKAT PERBATASAN UKRAINA
- DRONE CANGGIH RQ-4B GLOBAL HAWK AMERIKA TERLIHAT LAGI DI ATAS LAUT HITAM
- AS AKAN MEMASOK 5000 RUDAL ANTI TANK JAVELIN KE UKRAINA
- RATUSAN UNIT PERALATAN MILITER DAN TENTARA AMERIKA TERLIHAT DI UKRAINA BARAT

