Mantan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy menyebut akan menjadi sebuah kesalahan besar jika dunia internasional memulai perang dingin baru dengan Rusia. Menurutnya, Rusia adalah salah satu negara kekuatan dunia, dimana kehadirannya sangat dibutuhkan dalam membantu menyelesaikan beberapa konflik di dunia, termasuk konflik di Suriah.
"Menyiapkan sebuah panggung untuk memulai kembali perang dingin dengan Rusia akan menjadi sebuah kesalahan yang sangat besar," kata Sarkozy dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (10/9/2015).
"Kita membutuhkan Rusia untuk mengakhiri konflik di Suriah dan membantu perjuangan kita melawan ISIS. Ini tidak berarti, tentu saja, bahwa kita harus setuju dengan Moskow pada segala sesuatu atau menerima apa yang terjadi di Donetsk," sambungnya.
Dirinya juga menuturkan, Rusia harusnya kembali menjadi bagian dari kelompok G8. "Rusia harus kembali ke G8 dan mencabut larangan impor daging, sementara Eropa perlu memulai kembali dialog yang saling menguntungkan dengan Moskow," tambahnya,
Beberapa negara Eropa saat ini memang tengah dibuat bingung oleh kebijakan baru Rusia, yang melarang impor bebeapa bahan pokok. Ini membuat beberapa negara Eropa mengalami kerugian, karena Rusia adalah salah satu pasar terbesar bahan pokok, seperti daging, sayuran dan keju beberapa negara Eropa.
Kebijakan baru Rusia tersebut merupakan respon dari sanksi ekonomi yang diberikan Uni Eropa (UE), tekait konflik Ukraina. - sindo
Sep 14, 2015
Sarkozy: Kesalahan, Picu Perang Dingin Baru dengan Rusia
Berita Lainnya
- Presiden Prancis imanuel macron mengusir polisi israel
- Prancis Marah, Polandia Sebut Mesir Jual Kapal Perang Mistral ke Rusia
- Operasi Agen Rahasia AS, Inggris, Perancis di Suriah
- Kapal Induk Perancis Akan Mulai Gempur ISIS
- 2 Kapal Mistral Perancis dijual ke Mesir, setelah Gagal di Jual ke Rusia
- DCNS meluncurkan Kapal multi-misi FREMM Auvergne
- Prancis Siap Bayar Kompensasi Ke Rusia
- Iranfobia dan Modus Penjarahan Kekayaan Arab Teluk Oleh Barat

