Militan Asal Uzbekistan, Jafar al-Tayyar menangis tersedu-sedu ketika ditugaskan untuk menjadi bomber. Tayyar diduga anggota Front an-Nusra, dan ditugaskan untuk menyerang sebuah desa yang berada di antara wilayah Fua dan Kafriyeh di Suriah.
Dalam sebuah video yang dirilis oleh kelompok militan itu, tampak air mata mengalir deras dari wajah militan muda tersebut. Beberapa anggota militan lain mencoba menenangkan pemuda tersebut, namun tampaknya tidak berhasil.
Tayyar, seperti dilansir Daily Mail pada Rabu (23/9/2015), dalam video itu terlihat terus menangis, hingga dia mulai masuk ke dalam sebuah kendaran tempur yang sarat akan bahan peledak. Walaupun untuk beberapa saat dia terlihat tenang, namun akhirnya dia kembali meneteskan air mata.
"Saya takut, saya takut saya akan gagal menjalankan tugas ini," ucapnya, sembari memeluk beberapa anggota militan yang lebih senior.
Tidak lama kemudian, masih dengan wajah berurai air mata, Tayyar masuk ke dalam kendaraan yang akan dipakainya untuk meledakan sebuah desa di Suriah. Video itu berakhir dengan sebuah cuplikan ledakan besar dari arah desa yang menjadi target serangan kelompok itu.
Video ini sendiri dirilis tidak lama setelah munculnya laporan yang menyebut puluhan pasukan pemberontak Suriah yang dilatih Amerika Serikat (AS) mulai memasuki Suriah utara. Pasukan pemberontak ini memiliki tugas untuk menyerang ISIS dan beberapa kelompok militan lainnya di Suriah. - sindo
Sep 24, 2015
Militan Asal Uzbekistan Ketakutan saat ditugaskan Menjadi Bomber
Berita Lainnya
- Hizbullah Miliki 70.000 Rudal di Suriah, Sasaran Israel
- Erdogan: AS Harus Segera Hengkang dari Suriah
- Rusia: AS Harus Keluar dari Suriah
- Bom Bunker-Buster Rusia Hancurkan Markas White Helmets
- Rusia Coba 162 Senjata Canggih Baru dalam Perang Suriah
- Agen Koalisi Zionis yang Tertangkap di Aleppo Lebih dari 100
- Erdogan Ingin Tumbangkan Assad, Rusia Tuntut Klarifikasi
- Erdogan: Tentara Turki Masuk Suriah untuk Jatuhakan Assad

